Posts tagged ‘Kejujuran’
Kontes Berbohong
Ketika seorang pemimpin agama sedang berjalan-jalan, ia bertemu sekelompok anak laki-laki yang mengelilingi seekor anjing. Karena mengkhawatirkan keselamatan anjing itu, ia menghampiri mereka dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Salah satu dari mereka menjawab, “Anjing tua ini tersesat, tetapi kami masing-masing menginginkannya. Kami memutuskan bahwa barangsiapa menceritakan kebohongan terbesar, dialah yang akan mendapatkannya.”
“Kalian seharusnya tidak mengadakan kontes berbohong,” kata pemimpin agama itu. “Berbohong itu dosa! Ketika seusia kalian, saya tidak pernah berbohong!” Keheningan menyelimuti selama beberapa menit. Kemudian saat ia mengira perkataannya dapat mereka terima, seorang dari mereka menatapnya dan berkata, “Baiklah, ia menang. Berikan anjing itu padanya.”
***
Kita boleh tersenyum, tapi faktanya kita semua telah melakukan kebohongan besar. Kita mentolerir beberapa kebohongan dan membuat pernyataan yang dilebih-lebihkan, misalnya menambah panjang ikan yang kita tangkap. Namun kita tidak akan setoleran itu bila ditipu dan dicurangi dalam bisnis atau ketika suatu ketidakbenaran mengancam reputasi kita. Namun, setiap orang yang berkata bahwa ia tidak berdosa, melakukan kebohongan terbesar.
Bungkusan
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli sembilan potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya. Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.”
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.
“Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?”
“Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.”
***
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu. Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah, berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.
Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang kagum padamu – lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang lebih baik.
Komentar Terbaru